Pada umumnya benjolan di vagina disebabkan oleh peyumbatan peyumbatan bartholin. Bartholin adalah sepasang kelenjar yang terdapat pada sisi kanan-kiri vagina. Kelenjar tersebut berfungsi mengeluarkan cairan untuk melumasi vagina. Dalam keadaan normal, kelenjar Bartholini tidak dapat terlihat dan teraba karena berukuran sangat kecil. Gangguan pada kelenjar Bartholini yang sering terjadi adalah Kista Bartholini dan Abses Bartholini, dan kedua hal ini merupakan penyebab tersering terjadinya benjolan di daerah vagina. Biasanya hanya mengenai salah satu kelenjar.
Selain diakibatkan oleh gangguan kelenjar bartholin, benjolan di vagina juga dapat disebabkan oleh :
Keringat
Keringat di area selangkangan akan mengumpulkan bakteri yang bisa menyebabkan peradangan dari pori-pori keringat, dan karenanya menyebabkan tumbuhnya jerawat di area tersebut.
Celana Dalam Ketat
Jika celana dalam terlalu ketat, maka tidak akan ada sirkulasi udara. Keringat pun menjadi sumber bakteri. Selain itu, celana dalam yang ketat juga bisa menimbulkan gesekan dengan kulit di area vagina sehingga terjadi lecet. Jika terpapar bakteri, bagian yang kemerahan ini akan mengalami infeksi dan akhirnya menimbulkan jerawat.
Tidak Rajin Mengganti Pembalut
Jangan hanya mengganti pembalut ketika cairan darah sudah penuh. Gantilah tiap 4 jam untuk menghindari kelembaban pada kulit. Jika kulit yang lembab teriritasi, terjadi luka terbuka, lalu terpapar bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes. Bakteri ini bisa saja hingga pada kulit bagian tubuh yang lain, dan tanpa sadar menyentuh area vagina.
Rambut Yang Tumbuh ke Dalam
Kesalahan ketika mencukur bulu kemaluan, hal ini menyebabkan pertumbuhan yang tidak normal ketika bulu yang baru muncul. Hal inilah yang menyebabkan bengkak yang mirip jerawat.
Mengonsumsi Makanan Tertentu
Mengonsumsi makanan seperti margarin, mayones, atau telur dalam jumlah banyak. Jenis makanan ini mengandung lemak yang tinggi, sehingga mungkin akan menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat. Periksa kembali apa saja yang Anda makan selama seminggu terakhir, untuk mengetahui apakah jerawat atau benjolan tersebut memang disebabkan oleh makanan.
Reaksi Alergi
Jika benjolan tumbuh di vagina setelah Anda mengonsumsi beberapa jenis makanan yang biasanya tidak Anda makan, mungkin saja benjolan ini merupakan reaksi alergi dari makanan tersebut. Kebanyakan reaksi alergi terlihat dari kulit yang memerah atau meradang, yang mirip dengan jerawat atau bisul.
Beberapa orang mengaitkan gejala munculnya benjolan tersebut dengan kista maupun tumor jinak, namun jangan beranggapan terlalu jauh karena jenis kelainan kulit seperti ini masih bisa diobati. Masih ada beberapa penyebab lain munculnya benjolan pada vagina, di antaranya penggunaan deterjen yang terlalu keras dan masih meresap di celana dalam, stres, atau kondisi kesehatan lain. Pada dasarnya, benjolan ini tidak perlu dipencet karena bisa menimbulkan peradangan lebih lanjut.
Keringat di area selangkangan akan mengumpulkan bakteri yang bisa menyebabkan peradangan dari pori-pori keringat, dan karenanya menyebabkan tumbuhnya jerawat di area tersebut.
Celana Dalam Ketat
Jika celana dalam terlalu ketat, maka tidak akan ada sirkulasi udara. Keringat pun menjadi sumber bakteri. Selain itu, celana dalam yang ketat juga bisa menimbulkan gesekan dengan kulit di area vagina sehingga terjadi lecet. Jika terpapar bakteri, bagian yang kemerahan ini akan mengalami infeksi dan akhirnya menimbulkan jerawat.
Tidak Rajin Mengganti Pembalut
Jangan hanya mengganti pembalut ketika cairan darah sudah penuh. Gantilah tiap 4 jam untuk menghindari kelembaban pada kulit. Jika kulit yang lembab teriritasi, terjadi luka terbuka, lalu terpapar bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes. Bakteri ini bisa saja hingga pada kulit bagian tubuh yang lain, dan tanpa sadar menyentuh area vagina.
Rambut Yang Tumbuh ke Dalam
Kesalahan ketika mencukur bulu kemaluan, hal ini menyebabkan pertumbuhan yang tidak normal ketika bulu yang baru muncul. Hal inilah yang menyebabkan bengkak yang mirip jerawat.
Mengonsumsi Makanan Tertentu
Mengonsumsi makanan seperti margarin, mayones, atau telur dalam jumlah banyak. Jenis makanan ini mengandung lemak yang tinggi, sehingga mungkin akan menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat. Periksa kembali apa saja yang Anda makan selama seminggu terakhir, untuk mengetahui apakah jerawat atau benjolan tersebut memang disebabkan oleh makanan.
Reaksi Alergi
Jika benjolan tumbuh di vagina setelah Anda mengonsumsi beberapa jenis makanan yang biasanya tidak Anda makan, mungkin saja benjolan ini merupakan reaksi alergi dari makanan tersebut. Kebanyakan reaksi alergi terlihat dari kulit yang memerah atau meradang, yang mirip dengan jerawat atau bisul.
Beberapa orang mengaitkan gejala munculnya benjolan tersebut dengan kista maupun tumor jinak, namun jangan beranggapan terlalu jauh karena jenis kelainan kulit seperti ini masih bisa diobati. Masih ada beberapa penyebab lain munculnya benjolan pada vagina, di antaranya penggunaan deterjen yang terlalu keras dan masih meresap di celana dalam, stres, atau kondisi kesehatan lain. Pada dasarnya, benjolan ini tidak perlu dipencet karena bisa menimbulkan peradangan lebih lanjut.
Untuk mengatasi benjolan di vagina secara alami, solusi pengobatan yang tepat , aman dan ampuh dalam mengobati benjolan di vagina sampai akar - akarnya dengan cara mengkonsimsi Obat Herbal ACE MAXS yang terbuat dari perpaduan khaisat kulit manggis dan daun sirsak. Info lebih lanjut silahkan klik disini !!!

alat kelamin memang sangat memalukan untuk bertanya, semisal untuk mejawab seperti apa vagina perawan temukan jawab di tanyadok.com portal informasi layanan kesehatan untuk membantu mengurangi berat badan anda.
BalasHapus